topmetro.news, Aceh Singkil – Nanny Aditya (25) adalah seorang guru honorer di Sekolah Dasar Negeri 1 Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil.
Ia merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif pada segmen tanggungan Pemerintah Daerah Aceh atau Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Nanny membagikan pengalamannya menggunakan layanan kesehatan melalui Program JKN saat ditemui di kediamannya di Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (29/10).
Nanny menuturkan bahwa saat usia kandungannya memasuki sembilan bulan, ia mengalami bukaan pertama. Di klinik, ia mendapatkan obat induksi dan menjalani observasi oleh dokter kandungan.
“Waktu itu saya mengalami bukaan satu selama empat hari. Karena khawatir, keluarga langsung membawa saya ke klinik bersalin. Di klinik saya dirawat satu malam, diberikan obat induksi, dan diobservasi oleh dokter,” tambahnya.
Karena kondisi tersebut tidak berkembang meski sudah diobservasi, Nanny akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi caesar demi keselamatan dirinya dan bayi.
“Dokter menyampaikan kepada saya bahwa bukaan saya masih stag di bukaan satu. Jika ditunggu lebih lama, dikhawatirkan akan berpengaruh pada kondisi saya dan bayi. Dokter menyarankan agar saya dirujuk ke rumah sakit untuk operasi caesar,” ungkapnya.
Kini Nanny sudah sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa. Bayinya juga tumbuh dengan sehat. Ia mengaku bersyukur proses persalinan berjalan aman dan lancar, serta merasakan manfaat Program JKN sejak awal perawatan hingga masa pemulihan.
Ia juga menyampaikan bahwa proses administrasi hingga tindakan operasi berlangsung mudah dan tanpa kendala. Bagian paling melegakan bagi Nanny adalah semua biaya, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi, ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN.
“Proses administrasi di klinik maupun rumah sakit tidak sulit. Saya hanya diminta menunjukkan KTP, lalu langsung ditangani. Selama menerima layanan kesehatan, tidak ada biaya tambahan apa pun. Obat yang diberikan juga gratis, tanpa saya harus membayar sepeser pun,” ucapnya penuh syukur.
Nanny juga mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan dokter dan perawat yang merawatnya.
“Selama perawatan, dokternya baik, perawatnya ramah. Setiap hari mereka melakukan visit untuk melihat perkembangan kondisi saya. Luka operasi juga selalu diperhatikan,” lanjutnya.
Setelah tiga hari dirawat pascaoperasi, dokter memperbolehkan Nanny pulang. Ia dan keluarganya merasa lega dapat kembali ke rumah bersama bayi yang baru lahir, melengkapi kebahagiaan mereka.
“Alhamdulillah, setelah tiga hari di rumah sakit, dokter menyatakan kondisi saya dan si kecil stabil, jadi kami diperbolehkan pulang. Saya sangat senang dan berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah merawat saya dan si buah hati,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Nanny berpesan kepada masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Program JKN dan menyampaikan harapannya kepada BPJS Kesehatan.
“Untuk masyarakat, jangan ragu menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat atau mengakses pelayanan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Manfaatkan juga Aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah layanan kesehatan. Untuk BPJS Kesehatan, semoga kualitas pelayanannya terus meningkat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Penulis | Erris

